Trip Asahan
Beranda Advertorial DJ Xylos Jalani Dua Dunia, Tetap Berkarier sebagai ASN Sambil Bangun Karier Musik di Bali

DJ Xylos Jalani Dua Dunia, Tetap Berkarier sebagai ASN Sambil Bangun Karier Musik di Bali

Foto: DJ Xylos

Trip Asahan Bagi sebagian orang, pekerjaan sebagai ASN dan karier di industri hiburan mungkin berada di dua dunia yang berbeda. Namun, bagi DJ Xylos, keduanya justru dapat berjalan berdampingan. Pemilik nama asli Chandra Hendrawan (25) ini menjalani aktivitas sebagai ASN PPPK, menempuh pendidikan tinggi, sekaligus membangun karier sebagai DJ di Bali.

Kesibukan tersebut membuat keseharian Xylos cukup padat. Di satu sisi, ia memiliki tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara. Di sisi lain, ia masih aktif menjalani pendidikan dan secara bertahap mengembangkan namanya di industri musik elektronik.

Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas Xylos sebagai DJ juga semakin beragam. Ia telah tampil di sejumlah venue dan acara di Bali, termasuk Avera Bali Nightclub serta Thank God It’s Festival (TGIF) Bali di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dalam rangkaian kegiatan bersama Indosat. Selain itu, ia juga mengisi berbagai acara seperti wedding after party, private party di sailing boat, event running, hingga perayaan ulang tahun.

Bagi Xylos, menjalani dua dunia tersebut bukan berarti harus mengorbankan salah satunya. Ia justru melihat pekerjaan, pendidikan, dan musik sebagai tiga bagian yang memiliki peran masing-masing dalam kehidupannya.

“Gapapa masa muda saya tidak seperti orang lain pada umumnya. Yang penting saya terus bergerak maju. Saya percaya hasil tidak pernah mengkhianati usaha,” ujar Xylos.

Perjalanan hingga berada di titik tersebut tidak dibangun secara instan. Jauh sebelum mengenal dunia DJ dan bekerja sebagai ASN, Chandra tumbuh dalam kondisi yang jauh dari kemudahan.

Masa kecilnya dihabiskan di Kepulauan Sula, Maluku Utara, mengikuti sang ayah yang bekerja sebagai tukang kayu. Ia pernah tinggal bersama ayahnya di sebuah kamar kayu sederhana yang berada di atas bukit dan dikelilingi hutan.

Kehidupan sehari-hari saat itu berlangsung dengan fasilitas yang sangat terbatas. Tidak ada listrik maupun internet. Untuk mendapatkan air, Chandra harus mengambilnya dari sumur yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat tinggal. Sementara perjalanan menuju sekolah harus ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar 35 menit hingga satu jam.

Kondisi tersebut membuatnya terbiasa hidup mandiri sejak usia muda. Ia juga mulai memahami bahwa pendidikan menjadi salah satu jalan yang dapat membawanya menuju kehidupan yang lebih baik.

Dengan orang tua yang tidak memiliki pengalaman pendidikan formal, banyak hal mengenai masa depan harus ia cari tahu sendiri.

“Orang tua saya tidak pernah mengenyam pendidikan formal dan tidak banyak mengajarkan tentang perencanaan masa depan. Karena itu saya belajar mencari tahu semuanya sendiri,” ungkapnya.

Kemandirian tersebut terus terbawa hingga masa remaja. Sejak berusia 16 tahun, Chandra mengaku sudah tidak lagi meminta uang kepada kedua orang tuanya. Saat memasuki jenjang SMA, ia memilih sendiri sekolah yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara karena tidak ingin menambah beban ekonomi keluarga.

“Dari dulu saya berpikir, kalau ingin mengubah hidup, saya harus belajar. Tidak ada jalan lain,” katanya.

Setelah lulus SMA pada 2021, ia kemudian memutuskan merantau ke Bali. Di tempat baru tersebut, Chandra harus membangun kehidupannya dari bawah. Ia bekerja sambil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan penghasilan yang saat itu masih di bawah upah minimum.

Selama beberapa tahun, pekerjaan dan kuliah dijalani secara bersamaan. Kesibukan tersebut membutuhkan disiplin dalam mengatur waktu, terutama karena ia harus tetap memenuhi tanggung jawab pekerjaan sambil menyelesaikan pendidikan.

Perjalanan tersebut akhirnya membawa Chandra pada pencapaian yang menjadi salah satu titik penting dalam kehidupannya. Pada 2024, ia berhasil menjadi ASN PPPK. Setahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan S1 dan melanjutkan studi ke jenjang S2.

Tidak berhenti pada jenjang tersebut, pada 2026 ia kembali mengambil program S1 di bidang lain. Keputusan itu diambil karena keinginannya untuk terus mempelajari bidang baru dan menambah pengetahuan.

“Satu-satunya hal yang membuat saya kecanduan adalah belajar,” ungkapnya.

Menjadi ASN kemudian memberikan arah baru dalam perjalanan profesionalnya. Namun, pekerjaan tersebut tidak membuat Chandra meninggalkan ketertarikannya terhadap musik yang sebelumnya mulai ia tekuni.

Ia justru mulai lebih serius membangun identitas sebagai DJ Xylos.

Nama Xylos sendiri memiliki hubungan dengan latar belakang keluarganya. Diambil dari kata Yunani “xylo” yang berarti kayu, nama tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada sang ayah yang berprofesi sebagai tukang kayu.

“Xylos bukan sekadar nama panggung. Nama itu mengingatkan saya pada asal-usul, perjuangan, dan kerja keras ayah yang membawa saya sampai di titik ini,” jelasnya.

Dalam membangun kemampuan di dunia DJ, Xylos banyak belajar dari DJ senior Oman Bean. Dari proses tersebut, ia mempelajari bukan hanya aspek musik, tetapi juga cara memahami industri hiburan, membangun relasi, membaca karakter audiens, dan menjaga profesionalitas dalam bekerja.

Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai kesempatan tampil. Salah satu pengalaman yang dijalaninya adalah tampil di Avera Bali Nightclub. Ia juga mendapat kesempatan menjadi bagian dari TGIF Bali di GWK dalam rangkaian kegiatan bersama Indosat.

Di luar nightclub dan festival, Xylos juga mulai mengisi berbagai acara dengan suasana yang berbeda. Wedding after party, private party di sailing boat, event running, hingga perayaan ulang tahun menjadi bagian dari pengalaman yang ia jalani belakangan ini.

Keragaman tersebut membuatnya harus mampu menyesuaikan diri dengan karakter setiap acara. Menurut Xylos, seorang DJ tidak hanya dituntut untuk memainkan musik, tetapi juga memahami situasi dan audiens yang hadir.

“Setiap event punya karakter yang berbeda. Kalau di nightclub mungkin energinya lebih tinggi, sementara wedding, private party, atau running event punya suasana yang berbeda. Buat saya justru itu yang membuat perjalanan sebagai DJ menjadi menarik karena selalu ada hal baru yang bisa dipelajari,” tuturnya.

Pengalaman tampil di berbagai jenis acara juga menjadi bagian dari proses Xylos membangun jaringan di industri entertainment Bali. Setiap kesempatan memberikan ruang untuk bertemu dengan orang-orang baru sekaligus memahami kebutuhan dari berbagai jenis event.

Meski aktivitas musik semakin berkembang, Xylos tetap menempatkan profesinya sebagai ASN sebagai tanggung jawab utama yang harus dijalankan secara profesional. Ia juga masih harus membagi waktu dengan aktivitas akademiknya.

Menurutnya, memiliki passion di dunia musik tidak harus berarti meninggalkan pekerjaan yang telah dibangun. Begitu pula dengan menjalankan profesi sebagai ASN tidak harus membuat seseorang berhenti mengembangkan minat dan kreativitas di luar pekerjaan.

Kuncinya, menurut Xylos, adalah kemampuan mengatur waktu dan memahami tanggung jawab dari setiap pilihan yang diambil.

“Buat saya, semuanya punya porsinya masing-masing. Yang penting ketika menjalankan satu tanggung jawab, saya harus menyelesaikannya dengan baik,” katanya.

Pandangan tersebut tidak terlepas dari pengalaman hidupnya sejak kecil. Terbiasa hidup dengan keterbatasan membuat Chandra memahami bahwa setiap kesempatan perlu diperjuangkan.

Ia pernah menjalani kehidupan tanpa listrik dan internet, berjalan kaki menuju sekolah, hingga harus mengambil air dari sumur. Pengalaman tersebut kemudian membawanya pada keputusan untuk merantau, bekerja, melanjutkan pendidikan, dan membangun kehidupan secara mandiri.

Kini, kehidupannya di Bali mempertemukan berbagai pengalaman tersebut dalam satu perjalanan. Pekerjaan sebagai ASN memberikan tanggung jawab profesional, pendidikan menjadi bagian dari proses pengembangan diri, sedangkan musik menjadi ruang untuk berkarya dan mengejar passion.

Bagi Xylos, tidak ada alasan untuk berhenti belajar hanya karena seseorang sudah memiliki pekerjaan. Ia juga tidak melihat usia muda sebagai alasan untuk menunda hal-hal yang ingin dibangun.

“Saya memilih menggunakan masa muda untuk belajar, bekerja, dan membangun sesuatu. Mungkin jalannya tidak selalu mudah, tapi saya percaya setiap proses akan membawa pengalaman,” ujarnya.

Perjalanan tersebut juga menjadi alasan Xylos tidak terlalu mempersoalkan jika kehidupannya terlihat berbeda dibandingkan anak muda lain seusianya. Baginya, setiap orang memiliki tujuan dan waktu masing-masing.

Ia lebih memilih fokus pada apa yang dapat dilakukan saat ini daripada membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain.

Dari kehidupan sederhana di pedalaman Maluku Utara, Chandra kemudian tumbuh menjadi seorang profesional yang menjalani berbagai peran di Bali. Ia menjadi ASN, terus mengejar pendidikan, dan pada saat yang sama membangun identitas sebagai DJ.

Nama DJ Xylos pun perlahan berkembang seiring dengan bertambahnya pengalaman tampil. Dari nightclub dan festival hingga wedding after party, private party di sailing boat, event running, dan berbagai perayaan, ia terus memperluas pengalaman di dunia entertainment.

Bagi Xylos, perjalanan tersebut bukan tentang membuktikan bahwa dirinya dapat melakukan semuanya sekaligus. Lebih dari itu, ia ingin terus berkembang di setiap bidang yang dipilihnya tanpa meninggalkan tanggung jawab yang sudah dimiliki.

Ia berharap apa yang dijalaninya dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga dan menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang mungkin sedang berada dalam kondisi sulit.

Pengalaman masa kecil membuatnya percaya bahwa titik awal seseorang tidak selalu menentukan titik akhirnya. Keterbatasan bisa menjadi bagian dari cerita, tetapi bukan alasan untuk berhenti berusaha.

Kini, di tengah rutinitas sebagai ASN dan mahasiswa, Xylos terus mengembangkan karier musiknya di Bali. Ia masih ingin memperluas pengalaman, bertemu lebih banyak pelaku industri, dan mendapatkan kesempatan tampil di berbagai jenis acara.

Perjalanannya menunjukkan bahwa karier seseorang tidak selalu harus berada dalam satu jalur. Dengan tanggung jawab dan manajemen waktu yang baik, pekerjaan, pendidikan, dan passion dapat berjalan berdampingan.

Dari pedalaman Maluku Utara hingga Bali, DJ Xylos memilih menjalani hidup dengan terus belajar dan mencoba hal baru. Sebuah perjalanan yang bermula dari keterbatasan, kemudian berkembang menjadi kehidupan dengan berbagai peran yang terus ia bangun hingga hari ini.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan