Jangan Salah Pilih! Ini 6 Alasan Granit Butuh Perekat Khusus
Daftar isi:
Trip Asahan – Ada berbagai alasan yang membuat granit berbeda dengan keramik biasa. Oleh sebab itu, dibutuhkan semen mortar khusus untuk merekatkannya agar tetap awet dan kuat. Jika hal ini diabaikan, granit akan mudah pecah hingga terangkat.
Apa saja alasan tersebut? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya agar Anda tidak salah pilih sebelum memulai proses perekatan granit dengan permukaan.
Alasan Granit Butuh Semen Mortar Khusus
Keramik granit terbuat dari campuran silika, tanah liat, dan kaolin. Campuran tersebut dipanaskan hingga 1200 derajat Celcius. Bahan dan proses pembuatan ini membuatnya berbeda dengan keramik biasa.
Perekat khusus pun dibutuhkan untuk merekatkannya karena sejumlah alasan di bawah ini:
1. Berat
Selaras dengan yang telah dijelaskan di atas, granit dibuat dengan proses pembakaran bersuhu sangat tinggi. Proses ini membuat materialnya menjadi sangat tebal dan padat sehingga bobotnya pun lebih berat daripada keramik biasa.
Formula perekat biasa tidak mampu menahan beban ini karena daya tarik yang kurang memadai. Alhasil, pergeseran posisi sebelum semen benar-benar kering dapat terjadi. Terlebih lagi bila granit dipasang secara vertikal di dinding.
Selain itu dalam jangka panjang, perekat biasa tidak mampu menopangnya. Hal ini membuat kerusakan kerap terjadi secara berulang di masa mendatang meski awalnya tampak baik-baik saja.
2. Berdaya Serap Rendah
Perlu diketahui bahwa granit memiliki daya serap air di bawah 0,5%. Hal ini jauh lebih rendah daripada daya serap keramik biasa. Padahal, daya serap tinggi dibutuhkan oleh perekat biasa agar bisa masuk ke pori-pori dan mengunci posisinya.
Dengan daya serap yang sangat rendah, campuran semen dengan pasir biasa tidak bisa masuk ke dalam pori-pori granit. Dampaknya, campuran tersebut tidak mampu mencengkram bagian dasar secara maksimal.
Karena bagian bawah granit tidak menyerap perekat biasa dengan baik, air akan menggenang di bawahnya. Setelah itu, air bisa menguap dan meninggalkan lapisan kering yang rapuh. Lama-lama, lantai atau dinding granit bisa rusak karena hal ini.
3. Tidak Bepori
Bagian bawah permukaan granit hampir tidak berpori, rapat, dan sangat padat. Kondisi ini terjadi kerena pembakaran dalam suhu yang tinggi membuat struktur internalnya berubah.
Sayangnya, partikel perekat biasa tidak bisa menembusnya karena ukurannya yang terlalu besar. Itulah mengapa semen mortar khusus granit dengan formula khusus dibutuhkan.
Formula ini mampu menempel ke permukaan material yang halus dan hampir tidak berpori karena adanya ikatan kimia alih-alih hanya mekanis. Dengan demikian, perekat tersebut bisa menempel secara permanen.\

4. Mencegah Lantai Popping
Perekat biasa memiliki sifat kaku dengan rekatan yang mudah lepas saat granit menerima tekanan atau memuai maupun menyusut. Kondisi tersebut membuat lantai popping terjadi.
Popping adalah fenomena terangkatnya granit hingga pecah dan saling berbenturan. Fenomena tersebut terjadi karena pemuaian yang tidak bisa ditahan oleh perekat atau pergerakan struktur bangunan.
Untuk mencegahnya, perekat khusus dibutuhkan. Selain dapat menahan granit saat memuai, perekat ini juga mampu meredam tekanan dan getaran. Alhasil, granit tetap bisa merekat dengan kuat meski ada pergerakan struktur berskala mikro.
5. Mengisi Rongga secara Sempurna
Campuran semen biasa cenderung memiliki konsistensi yang menggumpal, kasar, dan sulit diratakan. Konsistensi tersebut kerap menimbulkan rongga kosong berisi udara di bawah keramik granit. Hal ini membuatnya terdengar kopong saat diketuk.
Oleh sebab itu, mortar semen khusus dibutuhkan. Mortar ini memiliki aditif sehingga terasa lembut dan plastis. Menariknya, perekat tersebut juga mudah diaplikasikan pada bagian bawah permukaan granit.
Disarankan untuk menggunakan sendok semen bergerigi dalam proses aplikasinya. Alat tersebut akan membentuk pola garis yang membuat seluruh rongga di bawah granit terisi penuh tanpa ada ruang kosong tersisa.
6. Praktis
Anda mungkin sudah familiar dengan sistem pemasangan keramik konvensional. Sistem ini memerlukan proses yang cukup panjang, mulai dari merendam keramik hingga mencampur perekat secara manual.
Proses ini bisa menimbulkan masalah karena campuran yang dihasilkan sering tidak konsisten. Selain itu, waktu lebih dibutuhkan untuk menjalani tahapan demi tahapan sehingga terkesan kurang praktis.
Untuk menyiasatinya, perekat khusus bisa digunakan. Perekat hanya perlu ditambah air bersih agar proses pengadukan menjadi lebih mudah. Selain itu, granit juga tidak perlu direndam terlebih dahulu.
Proses ini tentu jauh lebih praktis dan mampu memangkas waktu pengerjaan. Selain itu, konsistensi campuran perekat dapat lebih terjaga sembari mengurangi limbah material di area pengerjaan.
Jangan Lupa Pilih Perekat Khusus Berkualitas!
Pemasangan granit tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena dapat mempengaruhi hasil dan proses pengerjaannya. Maka dari itu, perekat khusus yang berkualitas diperlukan untuk mendukungnya.
Contoh perekat tersebut adalah SikaCeram®-150 P yang bisa digunakan untuk merekatkan granit pada lantai. Daya lekatnya sangat baik, mudah digunakan dengan hanya menambah air, dan cocok untuk area kering.
Bila ingin menggunakan granit untuk lantai dan dinding untuk area interior, eksterior, kering maupun basah tidak terendam, maka SikaCeram®-180 P atau SikaCeram®-180 GA TileFix dapat digunakan. Daya lekatnya juga sangat baik dan hanya perlu ditambah air.
Anda tak perlu khawatir dengan kualitas Sika karena telah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek global. Misalnya adalah Rumah Sakit AZ Groeninge di Belgia. Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang cocok untuk proyek Anda.
Dengan semen mortar berkualitas dari Sika, kondisi granit bisa tetap terjaga dalam jangka panjang. Jadi, Anda tidak perlu melakukan renovasi berulang-ulang. Hubungi Sika sekarang!












